Sunday, December 21, 2014

Pompa & Kompresor

A. Kompresor
Kompresor adalah mesin untuk memampatkan udara atau gas. Kompresor udara biasanya mengisap udara dari atmosfir. Namun ada pula yang mengisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfir. dikatakan kompresor bekerja sebagai penguat. Sebaliknya ada kompresor yang mengisap gas yang bertekanan lebih rendah dari tekanan atmosfir. Dalam hal ini kompresor disebut pompa vakum.
Jenis-jenis kompresor
Kompresor terdapat dalam berbagai jenis dan model tergantung pada volume dan tekanannya.
Klasifikasi kompresor tergantung tekanannya adalah :
1        kompresor (pemampat) dipakai untuk tekanan tinggi,
2        blower (peniup) dipakai untuk tekanan agak rendah,
3        fan (kipas) dipakai untuk tekanan sangat rendah.
Atas dasar cara pemampatannya, kompresor dibagi atas jenis :
1.      Jenis turbo (aliran)
Jenis ini menaikkan tekanan dan kecepatan gas dengan gaya sentrifugal yang ditimbulkan oleh kipas (impeler) atau dengan gaya angkat yang ditimbulkan oleh sudu-sudu.
2.      Jenis perpindahan (displacement)
Jenis ini menaikkan tekanan dengan memperkecil atau memampatkan volume gas yang diisap ke dalam silinder atau stator oleh sudu. Jenis perpindahan terdiri dari jenis putar (piston putar) dan jenis bolak balik (torak).
Beberapa jenis kompresor tersebut antara lain adalah :
1.      Kompresor piston satu tahap
2.      Kompresor piston dua tahap bentuk V
3.      Kompresor piston dua tahap kerja ganda
4.      Kompresor Membran ( Diaphragma )
5.      Kompresor Sudu Geser
6.      Kompresor Sekrup
7.      Kompresor Roots – Blower
8.      Kompresor Aliran (Turbin)
     Fungsi Kompresor
Dalam pembahasan siklus refrigeran pada sistem refrigerasi kompresi gas telah diketahui operasi kompresor. Maksud dari operasi kompresor adalah untuk memastikan bahwa suhu gas refrigeran yang disalurkan ke kondenser harus lebih tinggi dari suhu
condensing medium. Bila suhu gas refrigeran lebih tinggi dari suhu condensing medium (
udara atau air) maka energi panas yang dikandung refrigeran dapat dipindahkan ke condensing medium. akibatnya suhu refrigeran dapat diturunkan walaupun tekanannya tetap. Oleh karena itu kompresor harus dapat mengubah kondisi gas refrigeran yang
bersuhu rendah dari evaporator menjadi gas yang bersuhu tinggi pada saat meninggalkan saluran discharge kompresor. Tingkat suhu yang harus dicapai tergantung pada jenis refrigeran dan suhu lingkungannya.
B. Pompa
Pompa adalah suatu alat yang berfungsi untuk memindahkan zat fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan oleh gaya mekanik. Pompa dapat beroperasi oleh beberapa mekanisme ,dan membutuhkan energi agar mekanisme tersebut dapat bekerja, beberapa sumber energi yang di gunakan untuk mengoprasikan sebuah pompa yaitu seperti listrik, mesin, tenaga udara.
       Pompa memiliki dua kegunaan utama:
1        Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpan air)
2        Mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan)
            Komponen utama sistim pemompaan adalah:
1        Pompa (beberapa jenis pompa dijelaskan dalam bagian 2)
2        Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim udara
3        Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
4        Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim
5        Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
6        Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan
Fungsi Pompa
Pompa berfungsi untuk mengalirkan zat fluida dari suatu tempat ke tempat yang lain melalui system perpipaan, biasanya system operasi pompa menggunakan suatu mekanisme gerak.
Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistim pada laju tertentu. Tekanan ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistim, yang juga disebut “head”. Head total merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi:
a)      Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan (lihat Gambar 2a). Head statik merupakan aliran yang independen (lihat Gambar 2b).
Head statik pada tekanan tertentu tergantung pada berat cairan dan dapat dihitung dengan persamaan perikut:
Head (dalam feet) = Tekanan (psi) X 2,31
Specific gravity
Head statik terdiri dari:
1.      Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan negatif jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut “pengangkat hhisapan”)
2.      Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan cairan dalam tangki tujuan.
b)      Head gesekan/ friksi (hf)
Ini merupakan kehilangan yang diperlukan untuk mengatasi tahanan untuk mengalir dalam pipa dan sambungan-sambungan. Head ini tergantung pada ukuran, kondisi dan jenis pipa, jumlah dan jenis sambungan, debit aliran, dan sifat dari cairan. Head gesekan/ friksi sebanding dengan kwadrat debit aliran seperti diperlihatkan dalam gambar 3. Loop tertutup sistim sirkulasi hanya menampilkan head gesekan/ friksi (bukan head statik).
Pompa Torak
Pompa torak merupakan bagian terbesar dari kelompok pompa desak dengan gerak bolak-balik. Pompa torak dapat dibagi menjadi beberapa bagian , antara lain sebagai berikut:
1.      Menurut cara kerjanya, (a) pompa torak kerja tunggal, (b) pompa torak kerja ganda.
2.      Menurut jumlah silindar yang dilaksanakan, (a) pompa torak silindar tunggal, (b) pompa torak silindar banyak.
Cara kerja pompa torak silinder tunggal
Bila torak bergerak ke atas maka cairan akan terhisap, jika torak bergerak ke bawah maka cairan akan tertekan. Karena torak selalu memilki kecepatan yang tidak tetap, maka pada pompa torak terjadi aliran zat cair yang tidak teratur. Pada awal dana akhir langkahnya, yaitu pada titik mati, torak berhenti sebentar dan torak itu mempunyai kecapatan terbesar pada bagian tengah langkahnya. Pada pompa torak satu silinder yang bekerja tunggal, yang penghisapan dan pengempaannya hanya terjadi pada satu sisi torak, pompa malah tidak mengeluarkan zat cair selam waktu tertentu.
Cara kerja pompa torak satu silinder kerja ganda
Pompa mempunyai sebuah silinder, sebuah torak, dua buah katup isap dan dua buah katup kempa. Bila torak bergerak ke kanan, maka katup isap akan tertutup dan katup kempa akan membuka. Zat cair yang berada di sebelah kanan sisi torak di kempa ke saluran kempa melalui saluran kempa.
#Dunia Tambang

No comments:

Post a Comment

TOP ENTRIES

=

Klasifikasi Batubara

Batubara adalah bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang hidup dan telah mati sejak 100-400 juta tahun yang lalu. Energi ...

POSTINGAN POPULER